Matahari & Bulan sebenarnya mengelilingi Bumi

Oleh : Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin

Dalil-dalil syariat secara lahir mengatakan bahwa matahari mengelilingi bumi, sehingga perputarannya itu menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam di muka bumi. Kita tidak bisa membantah makna lahir dari dalil-dalil tersebut kecuali dengan dalil yang lebih kuat, yang memungkinkan kita, menakwilkannya dengan takwil yang lebih kuat dari makna lahirnya. Di antara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa matahari mengelilingi bumi sehingga menghasilkan pergantian malam dan siang itu adalah sebagai berikut:

1. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang hujjah Ibrahim kepada orang yang menyanggah Tuhannya, “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka terbitkanlah dia dari barat,” lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”(Al-Baqorah:258)

2. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman tentang Ibrahim, ” Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, Dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”. Maka tatkala matahari itu terbenam, Dia berkata: “Hai kaumku, Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”(Al-An’am :78)

Yang tenggelam adalah matahari bukan bumi, seandainya yang beredar adalah bumi tentu dikatakan bahwa ketika bumi tenggelam.

3. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ” Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang Luas dalam gua itu. itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, Maka Dialah yang mendapat petunjuk; dan Barangsiapa yang disesatkan-Nya, Maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”(Al-Kahfi:17)

Menurut ayat ini yang condong dan bergeser adalah matahari, ini berarti bahwa mataharilah yang bergerak. Jika yang bergerak itu bumi tentu dikatakan, goa mereka bergeser darinya. Begitu juga terbit dan tenggelam disandarkan kepada matahari, ini menunjukkan bahwa seakan-akan mataharilah yang berkeliling, walaupun dalalahnya lebih rendah daripada dalalah firman Allah “condong” dan “bergeser”.

4. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”(Al-Anbiya:33)

5. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam.”(Al-A’raf:54)

Dinyatakan bahwa malam meminta kepada siang dan peminta berarti yang datang berikutnya, padahal diketahui bersama bahwa malam dan siang, keduanya mengikuti matahari.

6. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”(az-Zumar:5)

Firman Allah,”Dia menutupkan malam atas siang” atau mengelilinginya seperti surban yang mengelilingi kepala. Ini menunjukkan bahwamalam dan siang itu mengelilingi bumi secara bergantian. Seandainya yang berkeliling itu bumi, tentu dikatakan,”menjadikan bumi mengelilingi malam dan siang.” Dalam firman Allah”masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan” menjelaskan pernyataan sebelumnya bahwa matahari dan bumi berjalan pada porosnya masing-masing, karena berjalanya sesuatu yang begerak dengan gerakannya lebih jelas daripada sesuatu yang berjalan di tempat tanpa gerak.

7. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,”Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya.”(Asy-syams:1-2)

Kata talaha (mengiringinya) berarti datang sesudahnya. Ini menunjukkan bahwa matahari dan bulan berjalan mengelilingi bumi. Seandainya bumi yang berputar mengelilingi keduanya, tidak mungkin bulan mengiringi matahari saja, tetapi kadang bulan akan mengelilingi matahari dan kadang mengelilingi bumi, karena matahari lebih tingi darinya. Berdalil dengan ayat ini memerlukan perenungan.

8. Lalu firman Allah, “Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui. dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah Dia sampai ke manzilah yang terakhir) Kembalilah Dia sebagai bentuk tandan yang tua.Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”(Yasiin:38-40)

Penyandaran kata “berjalan” kepada matahari dan perjalanannya telah ditetapkan waktunya oleh Allah ini menunjukkan bahwa matahari benar-benar berjalan dengan ketentuan yang canggih sehingga perjalanan itu menyebabkan adanya pergantian malam, siang dan musim. Menetapkan bagi bulan manzilah-manzilah menunjukkan atas perpindahannya. Seandainya yang berputar itu bumi, tentu manzilah-manzilah itu ditetapkan untuknya, bukan bulan. Ketidakmungkinan matahari mendapatkan bulan dan pergantian malam dan siang menunjukkan adanya gerakan yang terdorong dari matahari, bulan, malam dan siang.

9. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiyallahu Anhu berkata,’Suatu hari Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda,’Tahukah kamu ke mana matahari ini pergi?’Para sahabat menjawab,’Allah dan Rasulnya yang lebih mengetahui’. Lantas Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda,’Perjalanan matahari ini berakhir di suatu tempat yang telah ditetapkan di bawah ‘Arsy, lalu merebahkan diri untuk bersujud. Ia tetap berada dalam keadaan tersebut, sehinggalah diperintahkan kepadanya,’Bangunlah dan kembalilah ke tempat mana kamu datang.’Kemudian matahari kembali sehingga dia terbit dan berputar sebagaimana biasa. Matahari terus beredar lagi sehingga sampai di suatu tempat yang di tetapkan di bawah Arsy lalu merebahkan lagi dirinya untuk bersujud. Ia juga tetap berada dalam keadaan demikian hingga diperintahkan kepadanya,’Bangunlah dan kembalilah ke tempat mana kamu datang.’Matahari kembali lagi sehinggalah ia terbit dan berkeliling sebagaimana biasa tanpa diketahui oleh manusia dan berakhir pada tempat yang telah ditetapkan di bawah Arsy, lalu bersujud dan tetap dalam keadaan demikian, sehingga akhirnya diperintahkan kepadanya,’Bangunlah dan terbitlah di sebelah barat’. Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam terus bersabda,’Tahukah kamu kapankah itu akan terjadi? Itu akan terjadi ketika tidak berfaidah lagi iman seseorang yang tidak beriman sebelumnya atau tidak berusaha mengerjakan kebaikan terhadap imannya’.”(Diriwayatkan Muttafaq Alaihi)

Sabda Rasulullah, “kembalilah ke tempat mana kamu datang, kemudian matahari kembali sehingga dia terbit” menunjukkan secara jelasbahwa matahari mengelilingi bumi yang meyebabkan matahari terbit dan tenggelam.

10. Masih banyak lagi hadits-hadits lain yang menunjukkan adanya penyandaran terbit dan tenggelam kepada matahari, sehingga mataharilah yang mengelilingi bumi, bukan bumi yang mengelilinginya.

Mungkin masih ada dalil-dalil lain yang belum saya ketahui, tetapi apa yang saya sebutkan itu, sudah cukup untuk membukakan pintunya dan sudah cukup untuk memenuhi apa yang saya maksudkan.

Sumber: Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, Fatawa arkaanil Islam atau Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji, terj. Munirul Abidin, M.Ag. (Darul Falah 1426 H.), hlm. 39 – 44.

About these ads

9 thoughts on “Matahari & Bulan sebenarnya mengelilingi Bumi

  1. Ayat tersebut tidak menerangkan pun matahari mengelilingi bumi. Pandangan sains kontemporari tidak bercanggah dengan al quran kerana sememangnya matahari juga bergerak mengelilingi pusat galaksi, sebagaimana bulan mengelilingi bumi.

  2. ini pendapat peribadi saya dalam surah al-anbiya terdapat ayat: malam dan siang matahari dan bulan masing masing berlari pada garis edar (falak) saya percaya bahwa putaran bumi menghasilkan fenomena siang dan malam. sedangkan maksud falak ialah alat pemintal, sejenis alat yang berbentuk bulat dan berputar, adakah terdapat hubungan falak dengan putaran bumi? adakah bentuk bumi yang bulat dan berputar di kiaskan kepada falak

  3. sains moden sudah membuktikan bumi berputar melalui eksperimen, kalau ada pendapat bercangah tolong buktikan melalui eksperimen jugak boleh?? kejadian malam dan siang berlaku disebabkan putaran bumi, matahari dan bulan juga berlari pada putaran bumi, semua planet termasuk bumi berputar, tuhan saja yang lebih mengetahui

  4. Jangan kita salah pemahaman.. jangan kita memandai buat pahaman sendiri pasal DALIL!!! bumi ni berputar di atas paksinya dan bumi ni bergerak mengelilingi matahari.
    Islam itu sendiri adalah Sains.
    Tolong jangan memutar belitkan Al-Quran dan Hadis.
    Berat kita kena nanti kalau terpesong bang…

    • siapa yang bakal tersesat? saya rasa tiada siapa yang memutar belitkan Al-Quran dan Hadis di sini. Mengikuti Quran dan Hadis itu lebih baik daripada menuruti eksperimen yang langsung tidak berasas. eksperimen mana yang ada menunjukan bumi mengelilingi matahari? adakah?

      • saya bersetuju dengan pandangan penulis, tahniah syeikh. Orang kafir dah lebih dulu putar belit fakta yang bercanggah dengan al-quran dan hadis. Mereka cipta satelit, kapal angkasa la bagai dan dakwa fakta kat seluruh dunia bahawa matahari diletak susun aturnya ditengah-tengah kemudian planet2 lain termsuk bumi mengelilingi matahari dan bulan mengelilingi bumi. kita orang islam pun percaya bulat-bulat sebab tu bukti penemuan sains orang-orang kafir. kita dah lama tertipu. mudah-mudahan pandangan syeikh ini dapat mencetus fikir dan mahu anak-anak Melayu kita ni untuk bangkit dari lena yang panjang.

  5. Yang saya hairan, di sini yang membantah semuanya nama nama muslim. pelik…… sedangkan kita semua, rasa rasanya kita sama sama baru lahir dan sama sama lahir dengan otak yang kosong. belum berpengetahuan. kita belajar.. kita mesti belajar.. betulkan? jadi janganlah kita tuduh orang lain memutar belitkan Al-Quran dan Hadis..

  6. Pendapat yang diutarakan oleh Sheikh tersebut adalah benar dari segi bahasa. Namun pada masa Ai-Quran diturunkan, manusia tidak mempunyai ilmu pengetahuan yang jelas berkenaan kejadian siang dan malam. Tiada teori Sains Fizik pada masa itu yang menerangkan Kejadian Siang Dan Malam.

    Secara bahasanya, memang kita katakan matahari terbit dan matahari tenggelam. Dalam kehidupan kita hari inipun, kita katakan matahari terbit dan matahari tenggelam. Baratpun kata Sun rise and sun set. Tetapi hakikat sebenarnya, bumi mengelilingi matahari dan bulan mengelilingi matahari. Kejadian malam itu beralku apabila bumi berpusing di atas paksinya dan bahagian yang terlindung dari cahaya matahari, maka berlakulah malam. Manakala bahagian bumi yang terkena cahaya matahari, maka berlakulah siang.

    Semenjak dari penciptaan Adam lagi, manusia telah menerima bahawa fenomena bermulanya siang itu bila matahari terbit. Dan bermulanya malam itu adalah apabila matahari tenggelam. Seluruh umat manusiapun telah bersetuju bahawa matahari terbit dan matahari tenggelam sebagai satu persetujuan dari segi bahasa. Ini tidak bermakna matahari terbit dan matahari tenggelam itu disebabkan matahari mengelilingi bumi.

    Allah itu tidak akan menyusahkan manusia untuk memikirkan fenomena sebenar samada matahari mengelilingi bumi atau bumi mengelilingai matahari. Kerana pada masa Al-Quran diturunkan, tidak ada teori sains yang boleh menerangkan fenomena bumi mengelilingi matahari.

    Apa yang Allah kata dalam ayat Al-Quran itu adalah betul. Untuk menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pada masa itu. Allah beri kita Otak untuk berfikir. Kita fikirkanlah fenomena kejadian siang dan malam itu. Dengan perkembangan ilmu terutama sains fizik hari ini, memang telah terbukti bahawa bumi mengelilingi matahari. Dan ini tidak bersalahan dengan semua ayat- ayat Allah dalam Al-Quran.

    Allah suruh kita bukan sahaja belajar mentafsirkan Al-Quran tetapi belajar semua ilmu yang ada didunia ini asalkan bukan ilmu yang memudaratkan manusia dan alam ini. Kita orang Islam memang telah ketinggalan dari segi ilmu berbanding orang bukan islam. Jangan pinggirkan ilmu dunia sehinggakan menolak fakta benar bahawa “bumi itu mengelilingi matahari” Sebenarnya perkembangan ilmu sains adalah bermula dengan orang Islam. Sebab itu lahir Saintis Islam seperti Ibnu Sina, Abu Bakar Al-Razi, Al-Farabi, Abu Ai-Raihan, Ibnu Zahr dan beratus lagi pakar Fizik Dan Astronomi Islam pada zaman kegemilangan Tamadun Islam. Tetapi oleh kerana kelalaian orang Islam sendiri, menyebabkan keagungan Temadun Islam itu semakin hilang ditambah dengan kerakusan musuh-musuh Islam yang sentiasa ingin melihat orang Islam itu ketinggalan.

    Jika kita menolak fakta sains bermakna kita membiarkan diri kita akan terus ketinggalan. Mereka orang bukan Islam terus maju kehadapan. Mereka terus mencipta teknologi baru sehinggakan kita tidak berupaya menentang mereka malahan mempertahankan tanah air tumpah darah kita sendiri. Lihat sahaja apa yang berlaku di Gaza. Mereka menggunakan peluru berpandu tetapi penduduk gaza hanya menggunakan batu untuk menentang tentera zionis.

    Waktu siang dan malam adalah 24 jam. Ini bermakna bumi berputar di atas paksinya dalam masa 24 jam. Manakala bumi mengelilingi matahari selama 365 1/4 hari. (saiz matahari adalah terlalu besar berbanding dengan saiz bumi). Pergerakan bumi yang berputar diatas paksinya sendiri dan pergerakan bumi yang mengelilingi matahari kita rasakan seolah-olah matahari mengelilingi bumi. Tetapi sebenarnya, bumilah yang mengelilingi matahari. Begitu juga jika kita mendongak ke atas untuk melihat matahari.(Sila gunakan cermin mata hitam untuk melihat matahari), kelihatan matahari amat kecil berbanding bumi. Tetapi sebenarnya jarak matahari dengan bumi itu terlalu jauh sehinggakan beratus tahun cahaya (Saya tidak perlu jelaskan istilah tahun cahaya). Ini bermakna sangkaan kita adalah salah dari hakikat sebenarnya. Sains telah membuktikan bahawa matahari itu jauh dari bumi. Dan sains juga telah membuktikan bahawa bumi itu mengelilingi matahari.

    Tuhan telah ciptakan alam ini terlalu besar. Alam ini bukan bermakna bumi, matahari, bulan dan bintang sahaja. Malahan lebih besar dari itu. Al-Quran juga telah menceritakan bagaimana Nabi Besar kita Mohamad SAW telah diangkat ke langit dalam peristiwa Israk Dan Mikraj. Bahawa terlalu jauh jarah antara bumi dan langit itu yang melambangkan terlalu besarnya alam ini.

    Sebab itu sebagai orang Islam, kita bukan sahaja wajib menjadikan Al-Quran sebagai panduan kita tetapi kita juga wajib mempelajari semua ilmu agar kita tidak diperkotakkatikan oleh orang bukan Islam. Allah tidak mengajarkan semua ilmu dunia ini kepada kita tetapi Allah minta kita belajar dan berfikir. Jika Allah kurniakan semua ilmu kepada manusia, tidak perlu lagi Allah anugerahkan kita otak untuk berfikir dan hati untuk membuat pertimbangan. Gunakan otak kita untuk berfikir dan mempelajari serta menguasai ilmu Tuhan. Ilmu Tuhan itu amat luas. Jangan sempitkan fikiran kita. Namun begitu, jadikan Al-Quran sebagai landasannya.

Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s