Keupayaan menahan marah, sabar ukuran kekuatan sebenar

RASULULLAH SAW berjalan melalui sekumpulan penduduk yang sedang mengangkat batu dan ingin melihat siapakah yang kuat di antara mereka. Nabi bertanya, “Apakah batu itu?” Jawab mereka, “Ini batu keras”. Maka sabda Nabi SAW, “Mahukah saya beritahukan kepadamu yang lebih keras dari itu (batu)”? Jawab mereka, “Ya, Rasulullah”.

Maka sabda Nabi, “Orang yang bergaduh dengan kawannya sehingga berdendam, kemudian dapat mengalahkan syaitannya dan datang kepada kawannya itu lalu mengajak damai dan baik dengannya. Di dalam riwayat lain, Nabi SAW bertanya, “Apakah kamu mengukur kekuatan dengan mengangkat batu? Sukakah saya beritahukan kepadamu yang lebih kuat? Jawab mereka, “Baiklah Ya Rasulullah”. Sabda Nabi, “Ya itu orang yang penuh marah lalu menahan marahnya dan sabar”.

Yahya bin Mu’adz berkata, “Sesiapa yang mendoakan orang yang menganiayanya, maka ia sudah menyusahkan Nabi Muhammad SAW di tengah-tengah nabi yang lainnya dan menyenangkan iblis di tengah-tengah syaitan dan orang kafir. Dan siapa yang memaafkan orang yang zalim, maka ia menyedihkan kepada iblis di tengah-tengah orang kafir dan syaitan dan menyenangkan Nabi Muhammad SAW di tengah-tengah golongan nabi dan orang solihin.

Sumber Abullaits Assamarqandi, Tanbihul Ghafilin

~Sumber dari http://www.bharian.com.my

Advertisements

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s